Meine Think

Only a dead fish who go with the flow

Manisnya Kopi

Leave a comment

Menuliskan serpihan kenangan pada masa bersama yang diawali dengan mengingat kembali potongan serpihan tersebut.  Jejak kaki tak Nampak tanpa pijakan yang kuat.  Sudut bangunan itu menjadi saksi bayang-bayang indah yang harus terlupa.  Kita tak akan lagi bercerita tentang kita.  Kita tak akan lagi menyusun rencana bersama tentang kita.  Kita bahkan tak akan lagi saling mengingat tentang kita.

Aku masih terdiam di sudut bangunan itu, mencoba menebak-nebak kerancuan gerakmu melalui waktu.  Tiap serpihan kenangan melalui waktu seolah memberikan jawaban untuk setiap kerancuan pertanyaan ku tentang kita.  Jawaban yang memaksa ku meninggalkan sudut kenangan itu.  Memaksa nalar ku bergerak maju meninggalkan mu dan kenangan kita.

Hanya pahit nya kopi yang mampu menorehkan rasa manis ketika mengingat kita dan cerita kita. Hanya pahitnya kopi yang memberi rasa gurih pada tiap langkah kaki mengukir masa yang manis ke depan.

Starbucks BIP Bandung,

5th of May 2016

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s